Sabtu, 28 November 2009



Pedagang Koran Pingsan Mendengar Anaknya Lulus Tes CPNS

di poskan oleh : Ruslan Minggu 29 Nop 2009 9:26 Wita

LEBAK, Minggu - Terlalu haru dan bahagia karena anaknya berhasil lulus tes calon pegawai negeri sipil (CPNS), Aman (45), yang sehar-hari berjualan koran di Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, malah pingsan selama satu jam lebih.

"Saya tidak menyangka anak saya diterima sebagai PNS," kata Amang, warga Palaton Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Sabtu (28/11).

Amang mengatakan, dirinya merasa lemas dan tak sadarkan diri setelah pengumuman PNS yang dilakukan secara serentak di wilayah Provinsi Banten. Ia mengatakan, dirinya gembira dan terharu karena dengan susah payah dan keringat sendiri membiayai pendidikan anak hingga lulus perguruan tinggi.

"Saya berjualan koran tidak mengenal terik matahari maupun hujan untuk kemajuan pendidikan anak," ujar Amang yang memiliki tiga anak wanita itu.

Sehari makan sekali

Dia juga mengatakan, dirinya tidak membayangkan bahwa anaknya, Dini Wahyuni (22), yang diwisuda Juni 2009 lalu diterima menjadi PNS. Dini adalah lulusan sarjana Bahasa Inggris pada Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Rangkasbitung.

"Saya merasa bersyukur dengan jerih payah itu. Kini anaknya diterima menjadi guru PNS," katanya.

Menurut dia, sebetulnya dia sudah tak mampu lagi membiayai pendidikan anaknya karena penghasilan sebagai pedagang koran tidak seberapa. Penghasilan sehari kadang hanya habis untuk makan keluarga.

Namun, keinginan kuat ingin memajukan anak-anaknya membutnya rela bekerja keras dan semua keluarga rela makan makan cukup satu kali sehari demi memperoleh dana untuk biaya anak yang menempuh perguruan tinggi.

Untuk diketahui, selain Dini, anak kedua Aman kini juga sudah semester V di perguruan tinggi ilmu agama Islam di Rangkasbitung. "Saya ingin anak-anak pandai, tidak seperti orangtua sebagai pejualan koran," katanya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Lebak, Gofar, mengatakan, CPNS yang diterima pada tahun ini terdiri dari 402 formasi yakni untuk tenaga guru 219 orang, tenaga kesehatan 140 orang dan tenaga teknis sebanyak 43 orang.

"Kami lebih transparan dalam penerimaan CPNS karena melibatkan unsur perguruan tinggi," katanya.

0 komentar: