Jumat, 15 Januari 2010


LABU ATASI TEKANAN DARAH TINGGI


BERBAGAI jenis labu mudah ditemukan di Indonesia sepanjang tahun. Sayang, pengolahan labu belum maksimal. Padahal, labu merupakan sumber serat kaya manfaat bagi kesehatan.

Meski labu sepintas berasa "dingin", kandungan gizinya cukup beragam. Setiap 100 g labu rata-rata mengandung energi 20 kal, 24 mg kalsium, 29 mg vitamin A, 6 mg vitamin C, mineral, dan serat. "Labu mengandung zat besi dan zinc yang biasanya ditemukan di ikan laut. Di sayuran lain, kandungan itu sulit ditemukan," kata Annas Buanasita SKM MGizi, dosen Akademi Gizi Surabaya.

Labu dapat mengobati tekanan darah tinggi, menurunkan panas, diabetes, dan memperlancar pencernaan. Hal tersebut terkait dengan tingginya kandungan serat, vitamin, mineral, dan air dalam labu.

Beberapa jenis labu yang telah dibudidayakan dan dimanfaatkan adalah labu kuning, labu air, labu siam atau waluh jipang, beligo, dan pare. "Yang paling akrab di dapur kuliner kita tentu saja labu kuning atau labu parang dan labu siam. Labu kuning memiliki kandungan vitamin C lebih tinggi daripada jenis labu lain," tuturnya.

Pengolahan labu bisa divariasi untuk berbagai macam menu makanan. Mulai hidangan pembuka, menu utama, hingga hidangan penutup. Dengan cita rasa yang tak terlalu pekat, labu justru fleksibel diolah. Labu kuning, misalnya, bisa diolah menjadi kolak, untuk campuran sup, bahkan bahan dasar pembuat kue-kue basah seperti talam dan kue lumpur. "Teksturnya yang lembut dengan rasa sedikit manis cocok dipadu padan dengan beragam bahan," jelasnya.

Labu air yang bertekstur agak keras bisa diolah menjadi beragam hidangan, mulai lodeh sampai gulai sayur. Pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku manisan kering dan campuran saus tomat. Labu siam cocok dijadikan olahan sayur, seperti campuran sayur asam, sambal goreng, sayur bersantan, atau dikukus sebagai lalapan. Khusus beligo jarang dimanfaatkan untuk sayuran. Biasanya, beligo diolah sebagai bahan baku manisan buah kering seperti sukade.

Tekstur labu yang lembut dan mudah dicerna merupakan salah satu keistimewaan karena mudah dikonsumsi oleh anak-anak dan manula. Bagi anak, kandungan zinc dalam labu dapat mendorong pertumbuhan tubuh. Tubuh memang hanya membutuhkan sedikit zinc untuk merangsang hormon pertumbuhan.

0 komentar: